Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Wednesday, 26 July 2017

Apa Itu Fast Charging dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Ketahanan daya baterai dan kecepatan mengisi ulang baterai smartphone merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki smarphone masa kini. Oleh sebab itu, dewasa ini banyak produsen smartphone mulai menyematkan fitur fast charging pada produk yang mereka keluarkan demi memenuhi keinginnan konsumen. Lalu apa sebenarnya fitur fast charging itu sendiri dan bagaimana cara kerjanya?
Baca juga: Microsoft Luncurkan Xbox One X
Mengisi daya lebih cepat
Teknologi fast charging memungkinkan smartphone kamu untuk mengisi daya lebih cepat dari smartphone biasa. Pada smartphone biasa yang belum mengadaptasi teknologi ini biasanya kamu akan membutuhkan waktu berjam-jam untuk mengisi daya baterai smartphone kamu. Sedangkan pada smartphone yang sudah mengadaptasi terknologi tersebut, maka kamu hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk mengisi daya baterai smartphone kamu hingga 60-75%.

Smartphone sekarang kebanyakan menggunakan baterai lithium ion
Sebelum mengetahui bagaimana cara kerja dari teknologi fast charging, kita harus tahu terlebih dulu dasar bagaimana sebuah baterai bisa mengsisi daya. Dewasa ini, kebanyakan smartphone (tidak semua) menggunakan baterai bertipe lithium-ion (Li-ion) yang terdiri dari elektroda positif dan negatif dan sebuah elektrolit sebagai pemisah. Lithium ion yang ada di dalam salah satu elektroda akan bergerak ke sisi yang lain, yang memungkinkan baterai bisa mengisi daya maupun melepaskan daya.

Kapasitas baterai diukur dengan miliampere hour (mAh)
Setelah kita mengetahui bagaimana cara kerja baterai Li-ion, sekarang kamu pasti penasaran bagaimana cara menentukan seberapa cepat baterai tersebut terisi? Untuk menjawabnya mungkin kamu tidak merasa asing dengan besaran ukuran baterai. Kalo kamu masih merasa asing, besaran ukuran baterai adalah sebuah angka pada baterai yang dibelakangnya ada tulisan mAh (milliampere hour) sebagai ukuran unitnya. Semakin besar angka yang terdapat di depan huruf tersebut, maka semakin besar pula kapasitas baterai.

Baterai dengan ukuran 3000 mAh akan bertahan lebih lama dari baterai yang berukuran 2500 mAh. Hal tersebut juga berlaku untuk pengisian daya baterai. Semakin besar ukuran baterai maka waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya baterai hingga penuh juga akan semakin lama. Karena hal ini lah, arus yang bisa dihasilkan oleh charger (pengisi daya) merupakan salah satu faktor seberapa cepat baterai dapat diisi hingga penuh. Biasanya arus yang dihasilkan oleh charger berkisar antara 1A (ampere) hingga 2A (ampere) dimana charger dengan arus 2A akan lebih cepat mengisi baterai dibanding dengan charger berarus 1A.

Selain itu salah satu faktor lain yang dapat menentukan kecepatan pengisian baterai adalah sifat alami dari lithium ion itu sendiri. Baterai dengan lithium ion akan sangat cepat terisi ketika baterai dalam keadaan hampir kosong/habis dan akan melambat ketika baterai hampir penuh. Ibaratkan saja seperti kamu membeli bensin untuk motormu, kamu akan mengisi bensin dengan lancar ketika tangki bensimu kosong dan ketika tangki bensinmu hampir penuh, kamu akan dengan perlahanmengisi tangki bensin tersebut.

Dengan menggunakan gambaran diatas maka dapat kita simpulkan bahwa semakin banyak arus yang diberikan pada baterai akan mengurangi waktu untuk mengisi dayanya namun hanya untuk beberasa saat. Baterai Li-ion hanya mampu menampung arus besar untuk waktu sesaat, dan lama-kelamaan arus tersebut akan dikecilkan dengan cara mengubahnya menjadi energi yang berupa panas. Oleh sebab itu apabila kamu menggunakan charger dengan arus besar kepada smartphonemu, maka tidak heran apabila smartphonemu akan cepat panas ketika diisi dayanya.

Pengisisan baterai telah berkembang dari masa ke masa
Setelah kita belajar dan mengenal karakteristik btaerai Li-ion, sekarang kita kembali ke pertanyaan awal yaitu bagaimana cara kerja dari teknologi fast charging. Seperti namanya, teknologi fast charging akan mempercepat pengisian daya baterai smartphone. Biasanya hal tersebut dilakukan dengan cara memperbesar output dari charger, baik voltasenya maupun arus listrik yang masuk ke dalam baterai smartphone. Namun apakah hal tersebut aman untuk dilakukan? Secara teori hal tersebut tidak aman untuk dilakukan namun, dengan menggunakan hardware yang tepat untuk memonitoring atau mengawasi dan memeriksa masukan arus dan temperatur baterai, hal tersebut menjadi aman.

Semakin berkembangnya jaman maka kecanggihan smartphone juga turut berkembang, termasuk dalam hal mengisi daya. Sekarang ini sudah banyak smartphone yang ditanami chip untuk memonitoring temperatur baterai dan banyaknya daya yang masuk ke baterai smartphone. Hal tersebut memungkinkan smartphone untuk mengurangi dan berhenti menerima arus listrik dari charger ketika baterai sudah penuh atau ketika baterai menjadi panas. Oleh sebab itu, kamu akan mendapatkan pemberitahuan apabila baterai kamu sudah penuh atau baterai kamu mengalamai kepanasan.

Dengan demikian, maka cara kerja dari teknologi fast charging itu dengan mendorong daya sebanyak yang dapat ditahan oleh baterai dan memastikan agar proses pengisian daya berada dalam tahap maksimum, sehingga pengisian akan lebih cepat dari biasanya.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Teknologi Blockchain
Sekian informasi mengenai 'Apa Itu Fast Charging dan Bagaimana Cara Kerjanya?' semoga informasi yang saya berikan bisa bermanfaat bagi kita semua. Apabila kamu mempunyai pertanyaan, komentar, kritik dan saran silahkan tuliskan di kolom kometar di bawah postingan ini.

Monday, 19 June 2017

Mengenal Apa Itu Teknologi Blockchain

Pengertian dan Kegunaan
Pengertian BlockChain adalah teknologi pencatatan transaksi terintegrasi dengan teknologi modern, dimana memiliki kode unik yang tak bisa dirubah (kekal) yang merevolusi cara kerja internet, perbankan dan hal-hal lainnya.  Arti kata BlockChain berasal dari Block dan Chain yang masing-masing memiliki makna tersendiri. Chain (rantai) adalah pencatatan berantai yang unik dan merupakan alur dari seluruh tahapan yang konsisten dari sebuah item/transaksi. Block (kotak khusus) adalah sebuah tempat/batasan/area khusus untuk menampung seluruh perubahan item/transaksi yang terjadi selama chain process.

BlockChain Technology berperan sangat penting dalam menciptakan mata uang digital, sebagai contohnya adalah Bitcoin. Perkembangan Teknologi Blockchain dan Bitcoin di Indonesia sudah mulai pesat sejak tahun 2015. Teknologi Blockchain sering disebut-sebut sebagai solusi terbaik untuk inefisiensi atau pemborosan di sektor keuangan, tetapi juga memiliki potensi untuk membuat dampak sosial positif yang lebih luas jika diterapkan oleh pemerintah.


Dalam bidang perbankan, teknologi BlockChain dapat membuka beragam peluang bagi pelaku bisnis perbankan seperti mengurangi kebutuhan akan validator pihak ketiga, modernisasi infrastruktur perbankan dan mengamankan transaksi. Sebagai contoh, BlockChain dapat mempermudah perbankan untuk menganalisis latar belakang nasabah yang mengajukan kredit serta mengurangi biaya administrasi transaksi keuangan.

Keunikan dan Keunggulan Teknologi Blockchain

1. Aman dan Efisien
Keunikan dari teknologi ini adalah kemampuan analisis yang sangat luar biasa. Semakin banyak perusahaan yang menggunakan teknologi BlockChain, semakin banyak nilai yang ditawarkan. Selain itu transaksi yang dicatat juga tidak dapat diganti atau dihapus, sehingga apabila terjadi kesalahan dalam proses pencatatan, pengguna harus membuat transaksi pencatatan pengganti untuk mengoreksinya. Dengan demikian pemalsuan, atau korupsi dapat dihindari.

2. Instan dan Transparan
Selain aman dan efisien, BlockChain juga memiliki keunikan lain, yaitu instan dan transparan dalam pengiriman data. Hal tersebut terjadi karena sifat BlockChain yang mirip dengan sebuah buku besar dimana semua transaksi bersifat transparan dan dapat dilihat oleh semua orang sehingga terjamin kredibilitasnya. Meskipun bersifat transparan, namun BlockChain tetap aman karena menerapkan teknologi digital signature dalam setiap transaksinya. Sehingga, setiap terjadi transaksi secara digital, blockchain akan mengautentifikasi data pihak-pihak terkait secara real time sebelum transaksi tersebut disahkan.

3. Mengadopsi Teknologi Peer-to-Peer 
Dengan mengadopsi sistem Peer-to-Peer, transaksi yang dilakukan menggunakan BlockChain dapat dipindahkan dari satu pengguna ke pengguna lain tanpa memerlukan bantuan pihak ketiga. Dengan begitu, kita bisa terhindar dari berbagai bentuk penipuan karena data yang termodifikasi apabila menggunakan banuan pihak ketiga.

Tuesday, 13 June 2017

Microsoft Luncurkan Xbox One X

Baratekno.blogspot.com - Microsoft secara resmi telah merilis konsol game terbarunya yang bernama Xbox One dengan kode X.

Dalam pengumuman peluncuran Xbox One X, pihak Microsoft mengatakan bahwa konsol terbarunya ini sebagai konsol terkecil dan terkuat yang pernah mereka buat. Bila dilihat dari spesifikasi yang dibwanya, Xbox One X menggunakan prosesor yang berjumlah delapan inti (Octa-core) yang mampu berjalan hingga 1.2 Ghz dengan dukungan RAM DDR5 12 GB dengan alokasi 9 GB agar game dapat berjalan secara halus.

Selain itu Xbox One X juga dibekali dengan kartu grafis berkekuatan 6 teraflop untuk mendukung gameplay yang halus dengan resolusi 4K dalam 60 fps. Selain itu Xbox One X juga dibekali dengan fitur streaming video yang memungkinkan pemain untuk merekam dan menyiarkan game yang sedang dimainkan secara daring dengan resolusi 4K. Sedangkan untuk media penyimpanannya Xbox One X dibekali ruang penyimpanan sebesar 1 TB.

Xbox One X juga mendukung game-game yang kompatibel dengan konsol Xbox 360 dan memberikan penyegaran visual dan proses loading yang lebih cepat dibanding konsol terdahulunya tersebut. Microsoft membandrol Xbox One X sebesar $499 Amerika atau setara dengan Rp 6jutaan.    

Sunday, 24 April 2016

Mainan-mainan Tradisional Yang Terancam Punah

Globalisasi dan modernisasi adalah dua hal yang tidak dapat kita tolak dan hindari. Dengan adanya globalisasi dan modernisasi kita dimudahkan dengan banyaknya gadget-gadget yang ada dan dapat mempermudah kita melakukan berbagai macam hal termasuk juga bermain. Namun dampak negatif dari globalisasi dan modernisasi adalah hilangnya berbagai macam hal yang berbau tradisional. Tak terkecuali mainan-mainan tradisional, anak-anak jaman sekarang lebih memilih bermain playstation, smartphone dan berbagai macam gadget lainnya. Karena hal itu sekarang kita jarang menemukan anak-anak disekitar lingkungan kita memainkan mainan-mainan tradisional. Berikut ini mainan-mainan tradiosional yang terancam punah karena arus globalisasi dan modernisasi:

1. Pletokan Bambu (Tulup)
Pletokan bambu atau kalau di daerah saya biasa disebut dengan tulup merupakan permainan tradisional yang berbentuk mirip senapan yang terbuat dari bambu. Mainan ini menggunakan kertas atau daun yang dibasahi menggunakan air terlebih dahulu sehingga dapat digunakan sebagai peluru. Keasyikan dari mainan ini adalah ketika bunyi yang dikeluarkan dari mainan ini sangat keras dan ketika bermain bersama teman-teman kita merasa seperti sedang berada di medan pertempuran. Namun sejak permainan fps seperti PB, COD, Battlefield dan sebagainya menyerang, mainan tradisional ini akhirnya ditinggalkan.

2. Meriam Bambu
Meriam bambu adalah mainan yang terbuat dari bambu yang sudah tua dan tebal sehingga tahan terhadap ledakan. Sekilas meriam bambu ini terlihat seperti meriam maupun mortar karena cara kerja mainan ini juga mirip dengan meriam dan juga mortar. Biasanya anak-anak memainkan mainan ini ketika akan menjelang berbuka puasa atau biasa disebut dengan ngabuburit. Namun karena tergerus oleh jaman permainan ini pun akhirnya juga ditinggalkan.

3. Othok-othok
Othok-othok merupakan mainan tradisionl dari bambu yang dimainkan dengan cara didorong ataupun diputar sehingga tercipta bunyi "thok-othok". Sebenarnya mainan ini memiliki manfaat yang bagus untuk tumbuh kembang anak, karena dimainkan dengan cara didorong sehingga membuat anak lebih banyak bergerak sehingga menyehatkan bagi tubuh anak. Namun, sekarang mainan ini sudah sangat jarang ditemukan.

4. Egrang
Egrang adalah mainan yang terbuat dari bambu yang dimainkan dengan cara menjaga keseimbangan tubuh agar tidak jatuh ketika melangkah menggunakan egrang. Didaerah-daerah di Indonesia egrang memiliki banyak nama. Manfaat dari bermain egrang yaitu dapat meningkatkan konsentrasi dan keseimbangan tubuh. Namun sayangnya saat ini egrang sudah mulai ditinggalkan, tapi permainan egrang masih bisa kita temui di daerah pedesaan.

5. Kelereng
Kelereng adalah mainan berbentuk bola kecil yang terbuat dari kaca ataupun marmer yang dimainkan dengan cara dislentik. Kelereng biasanya dimainkan oleh anak laki-laki di tanah lapang yang lumayan lebar. Bermain kelereng dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan akurasi. Namun sayangnya sudah jarang kita temukan anak-anak yang bermain kelereng.

6. Layang-layang
Layang-layang adalah mainan dengan bentuk beragam yang biasanya terbuat dari bambu dan benang maupun senar yang dimainkan dengan cara diterbangkan. Hal yang paling asik ketika bermain layang-layang adalah ketika layang-layang yang kita mainkan diadu dengan layang-layang milik orang lain. Kesenangannya tidak berhenti sampai disitu, ketika salah satu layangan kalah maka akan ada banyak orang yang berebut dan memburu layangan yang kalah tersebut. Bermain layang-layang dapat meningkatkan kreatifitas anak dan menyehatkan bagi tubuh karena kita harus berlari ketika mengejar layangan yang putus. Namun karena ketersediaan lahan yang kurang dan semakin banyak tiang listrik dan kabel-kabel listrik membuat anak-anak tidak bisa memainkan mainan ini.

Manakah mainan faforit kalian sewaktu kecil? Apakah mainan-mainan tersebut masih ada disekitar kalian? Pasti sudah sangat jarang kalian temui bukan? Ayo kita lestarikan mainan-mainan tradisional kita agar tidak punah dengan menyebarkan artikel ini. Apakah kalian mau salah satu kenangan indah masa kecil kalian hilang begitu saja?

Sunday, 10 April 2016

Kertas Tipis Ini Bisa Buat Ngisi Batre HP dan Laptopmu

Para ilmuan dari Australia Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO), University of Melbourne dan Monash University sedang mengembangkan kertas tipis yang dapat digunakan sebagai panel surya yang dapat mengisi daya dari perangkat personal seperti handphone dan laptop.

Menurut website mereka, "Organik fotovoltaik sel surya adalah sebuah teknologi yang memiliki potensi untuk mengurangi kertergantungan terhadap sumber-sumber listrik yang bersifat tradisional di negara-negara maju seperti Australia, selain itu alat ini murah dan mudah untuk disebarkan terutama didaerah-daerah terpencil di negara-negara berkembang."

Dengan harganya yang murah, ringan, fleksibel dan juga bisa dibuat transparan maka kertas ini bisa digunakan pada gedung-gedung pencakar langit sehingga dapat digunakan untuk mengisi daya handphone, laptop dan berbagai barang elektronik lain. Kertas cocok dipasang di atap rumah sehingga dapat megurangi biaya listrik sehari-hari dan juga sangat bermanfaat untuk daerah-daerah terpencil yang masih belum tersentuh oleh kabel listrik.




Saturday, 5 March 2016

Wow! Upload Data ke Otak Sudah Bukan Jadi Hal Fiksi Lagi

Kalian pernah nonton film The Matrix? Film The Matrix menyeritakan seorang hacker bernama Neo yang mengetahui akan realitas sebenarnya dari kehidupan dan bergabung ke dalam kelompok pemberontak yang menyebut diri mereka dengan sebutan Agen. Nah di dalam film tersebut Keanu Reeves sebagai Neo sang tokoh utama belajar mengenai ilmu beladiri dengan cara menguploadnya ke dalam otak dengan bantuan komputer.

Baru-baru ini ternyata para peneliti di Amerika Serikat sedang mengembangkan alat yang dapat mengupload data langsung ke Otak. Ini memang terlihat seperti film fiksi namun hal ini di benarkan oleh para peneliti dari Lembaga Penelitian Hughes. Mereka menyatakan bahwa mereka sedang mengembangkan alat yang cara kerjanya hampir sama dengan alat yang terdapat pada film yang tayang 17 tahun silam.
Menurut AnonHQ, para peneliti menjelaskan sebuah alat simulator yang sedang mereka kembangkan dapat memberikan informasi langsung ke otak manusia dan mengajarkan otak tetang kemampuan baru dalam waktu singkat. Proses ini dikatakan akan lebih cepat dari pada kita belajar secara praktek.  
Ketua peneliti Lembaga Penelitian Hughes, Dr. Mathew Phillips dan timnya, Mengujicobakan alat tersebut kepada pilot komersial dan pilot angkatang udara denga menggunakan transcranial direct current stimulation (tDCS)  dengan tujuan untuk meningkatkan meningktakan pembelajaran dan kemampuan untuk mengingat.

"Kami mengukur pola aktivitas otak dari 6 pilot komersil dan pilot angkatan udara dan kemudian mengirimkan pola-pola tersebut kepada subjek pemula kemudian mereka belajar bagaimana untuk menjadi seorang pilot dengan menggunakan sebuah alat simulasi penerbangan. Hasilnya mereka langsung bisa mendaratkan pesawat dengan hasil yang nyaris sama dengan para pilot yang telah ahli." ujar Dr Phillips.

Sebuah hasil penelitian menegaskan bahwa penggunaan tDCS juga bisa membantu pasien pulih dari gangguan stroke dan meningkatkan kekebalan seseorang. Hasil penelitian ini juga telah dipublikasikan ke dalam sebuah jurnal berjudul Frontiers in Human Neuroscience.